Akhir-akhir ini saya sedang antipati pada orang-orang yang ingin menunjukkan "kebaikannya" melalui sosial media, untuk apa? Bukankah Tuhan bisa menilai sendiri? Bukan untuk itu ternyata, dengan dalih ingin menunjukkan sisi baik bisa menular sebenarnya yg tercermin adalah pamer.
Jujur saja saya risih dengan orang-orang yg ingin terlihat sperti ibu peri tapi malah merebut kebahagiaan orang lain. Baru-baru ini saya mengalaminya, seorang wanita yg 'image'nya wanita baik dan santun dan ramah dan apalah apalah malah menganggu pasangan orang. Baiklah sy ikhlaskan setidaknya itu pembelajaran, dan seharusnya saya bersyukur atas itu.
Tapi ternyata masalah belum selesai, saya mempunyai seorang teman dr sahabat saya ternyata melakukan tindakan yg sama, menjadi pelaku perebut kebahagiaan orang lain, sebelum sy mengetahui hal tersebut saya sih biasa saja, tp setelah mengetahuinya secara tidak sengaja tertanam dialam bawah sadar saya dia adalah sosok yang jahat dan saya mulai mengeluarkan sikap ketus padanya, sikap yg jarang sekali saya rasakan. Mungkin sekarang saya yg terlihat jahat tdk bisa menghargai keputusan orang lain, tapu untuk apa hidup terlihat baik tapi sebenarnya lebih dari sekadar penjahat?
0 komentar:
Posting Komentar