PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
B
|
ahasa merupakan salah
satu bentuk dari ekspresi dalam
berkomunikasi. Penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari tidak terlepas
dari kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup tanpa
orang lain. Bahasa sebagai perantara untuk mengunggkapkan ide dan gagasan dalam
bentuk yang lebih nyata. Dengan bahasa seseorang dapat berkomunikasi dengan
orang lain bahkan dengan orang dari Negara lain yang menggunakan bahasa asing.
Penguasaan bahasa asing untuk sekarang ini sangat diperlukan untuk menunjang
pengetahuan dan kemampuan dalam berbahasa. Salah satu bahasa asing yang menjadi
pilihan orang-orang adalah bahasa jerman.
Bahasa
Jerman merupakan bahasa yang banyak dituturkan oleh orang Eropa jadi tidak
heran jika pembelajaran bahasa Jerman
cukup diminati oleh masyarakat luas. Hal ini juga tidak terlepas dari
penggunaan bahasa Jerman yang banyak dituturkan di Eropa. Tetapi tidak dapat
dipungkiri dalam pembelajaran bahasa Jerman cukup rumit karena kosakata yang
digunakan mempunyai artikel (der, die,
das). Setiap kata dan benda yang ada dalam bahasa Jerman meggunakan artikel
yang telah ditetapkan sebelumnya. Jadi mau tidak mau kita harus menghafal kata sesuai dengan artikelnya yang
dimiliki tiap kata. Belum lagi perubahan kata yang sering berubah sesuai dengan
bentuk kalimat dan struktur kata.
Tantangan
yang dalam belajar berbahasa Jerman dapat dapat dilalui jika menggunakan
strategi belajar yang jitu. Poses pembelajaran yang digunakan dapat dilakukan dengan alternatif lagu.
Mendengarkan lagu merupakan suatu proses yang dapat memicu adrenalin sesui
dengan alunan nada dan syair dari lagu itu sendiri. Proses pembelajaran yang
menyenangkan merupakan salah satu faktoryang dapat menunjang keberhasilan suatu
pembelajaran. Untuk itu dituntut kreatifitas yang tinggi dari para pengajar
untuk terus mencari teknik-teknik pembelajaran yang dapat menciptakan suasana
pembelajaran seperti yang diharapkan dalam menyampaikan materi belajar.
Ditinjau
dari sisi siswa sebagai sasaran metode pembelajaran dapat dikaitkan dengan
hobby dan kesenangannya sendiri. Seperti yang diketahui besaa siswa yang
usianya tergolong masih sangat muda menyukai hal-hal yang berbau remaja dan
dekat dengan kegiatan remaja. Pada umumnya musik adalah kesenangan siswa. Hal
ini dapat dilihat dari menjamurnya penyanyi remaja dan ramainya para anak mudadalam menghadiri sebuah konser
musik. Hal ini merupakan peluang atau kesempatan pengajar untuk memanfaatkan
kesenangan siswa tersebut untuk dikaitkan dengan proses belajar mengajar
terutama pengajaran bahasa terkhusus bahasa asing, Bahasa Jerman.
Salah
satu cara menciptakan suasana yang menyenangkan,pengajar menyajikan materi dengan menggunakan media-media yang dapat meningkatkan semangat dan gairah belajar dari para peserta
didik.Salah satu media yang cocok dalam membangkitkan minat belajar adalah
media “lagu”. Melaui lagu suasana
pembelajaran menjadi lebih santai dan menyenangkan sehingga tidak membuat
pembelajar menjadi bosan dan jenuh dalam
mengikuti proses belajar mengajar di
kelas.
B.
Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalammakalah ini adalah
Bagaimana lagu dijadikan media pembelajaran bahasa Jerman
C.
Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah untuk
mengatahui lagu sebagai media belajar bahasa Jerman
PEMBAHASAN
A.
Hakikat Lagu
Suatu
proses belajar mengajar diperlukan media
atau alat untuk mendukung proses pembelajaran
guna menarik perhatian siswa. Salah satu media yang diduga dapat
menarik perhatian siswa adalah media audio
yaitu lagu. Lagu termasuk kedalam media audio karena lagu merupakan hal atau sesuatu yang berkaitan dengan indera pendengaran. Gustiani (2006 : 30)
mendefinisi lagu sebagai ragam sastra yang berirama dalam
bercakap,bernyanyi,membaca,dan sebagainya.Definisi tersebut senada dengan
definisi yang terdapat dalam kamus
Drosdowski (1970 : 416), Das Lied : vertontes ,meist in Strophen ein Geteiltes
gedicht , das Gesungen wird.
Maksud dari kutipan tersebut bahwa lagu adalah puisi yang diubah menjadi lagu dan
terbagi atas bait-bait yang dinyanyikan. Sedangkan pengertian lagu menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002 : 624) yaitu nyanyian : ragam nyanyian
misalnya musik ,gamelan dan sebagainya.Berdasarkan pengertian diatas bahwa
dalam lagui terdapat dua unsur yaitu nyanyian dan musik.
Media
lagu merupakan pasangan dari media tape recorder, yang mana keduanya
merupakan jenis dari media audio. Keduanya akan berfungsi sebagai media
pengajaran bila kedua media itu digunakan secara bersama-sama. Media lagu
merupakan salah satu alat bantu dalam menyampaikan pesan atau bahan ajar kepada
siswa secara audio. Media lagu dapat dijadikan sebagai alat bantu untuk
berbagai macam disiplin ilmu karena lagu sangat efektif untuk menarik perhatian dan minat siswa dalam proses
pembelajaran.
Media
lagu sangat baik digunakan untuk melatih keterampilan-keterampilan yang
berhubungan dengan aspek-aspek berbahasa, salah satunya adalah melatih
keterampilan menyimak. Sebagaimana diungkapkan
Gustiani (2006 :32) bahwa,”lagu dapat digunakan untuk melatih daya
analisis siswa dari apa yang mereka simak”. Selain itu lagu dapat merangsang
perkembangan otak sehingga apabila dalam proses pembelajaran menggunakan media
lagu, maka pembelajar dapat dengan mudah memahami materi yang disampaikan. Hal ini senada dengan
pendapat Lazanov dalam DePorter dan Hernacki (2003 : 72) yang mengemukakan
bahwa, “musik yang harmonis merupakan rangsangan terbaik bagi perkembangan otak
. Saat mendengar musik ,lirik lagu akan merangsang otak kiri dan melodinya akan
merangsang otak kanan.
Penjelasan-penjelasan
diatas dapat dipahami bahwa lagu merupakan ekspresi perasaan seseorang dalam
bentuk kalimat-kalimat berirama yang dapat dinyanyikan atau disandungkan.Media lagu
memiliki manfaat dalam proses pembelajaran karena selain dapat menarik perhatian siswa ,lagu juga dapat
merangsang perkembangan otak. Dengan media lagu pembelajaran akan lebih
menyenangkan karena lagu memiliki irama yang dapat diikuti siswa,selain itu media lagu juga
dapat melatih daya analisis siswa. Seperti yang diketahui siswa memiliki banyak
kesulitan dalam pembelajaran Bahasa Jerman di antaranya yaitu :
§
Kesulitan siswa dalam mencerna pengajaran bahasa
Jerman
§
Siswa bosan dengan proses belajar mengajar yang
seringkali hanya menyajikan materi
§
Kurangnya media pembelajaran bahasa Jerman yang
tidak sesuai dengan minat siswa.
B.
Lagu dan Aplikasinya dalam Pembelajaran Bahasa
Jerman
Penggunaan nyanyian
dalam pembelajaran bahasa asing khususnya bahasa Jerman tidak hanya menyangkut
aspek menyimak,berbicara dan kosakata,melainkan juga struktur dan aspek budaya.
Melalui nyanyian berbagai aspek budaya suatu negara dapat diperkenalkan.Dalam
belajar bahasa asing penggunaan nyanyian atau musik memungkinkan pembelajar
untuk mencapai tujuan akhir dalam proses belajar mengajar, yakni kemampuan
memahami bahasa asing tersebut baik dari segi struktur maupun
kosakatanya.Latiahan-latijan struktur dengan menggunakan nyanyian dapat
membiasakan pembelajar menggunakan kata-kata atau ungkapan-ungkapan dalam
bahasa asing.
Dalam pembelajaran
melalui lagu suasana belajar dikelas lebih santai dan menyenangkan,sehingga
dapat mengurangi ketegangan dan perasaan
takut pembelajar untuk berbicara dan mengerjakan latihan-latihan.Pembelajar
lebih termotivasi untuk belajar ,materi yang diajarpun mudah terserap dan
dihafal,karena tanpa sadar mereka akan terus mengulanginya dengan
menyanyikanya.
Adapun prosedur atau
cara-cara ketika kita (guru) menggunakan media lagu atau musik dalam
pembelajaran bahasa Jerman, antara lain sebagai berikut :
ª
memberikan teks lagu yang tidak
lengkap,lalu memperdengarkanlagu yang bersangkutan sebanyak tiga kali.
ª
Setelah teks lagu tersebut sudah
terisi, barulah siswa diminta menyanyikan lagu bersama-sama.
ª
Setelah
itu, peserta didik mendiskusikan isi dari lagu tersebut,
ª
Dan yang terakhir adalah memberikan
pertanyaan sesuai dengan isi lagu yang telah didengar dan dinyanyikan bersama
itu.
Adapun beberapa
contoh lagu biasa yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa
Jerman,diantaranya :
1.
Das Spiel (Anett
Lousian)
Lagu ini digunakan untuk melatih penggunaan
preposisi Dativ ,karena dalam lirik
lagu ini terdapat banyak preposisi yang
diikuti dengan dativ, seperti yang
terdapt pada lirik berikut :
Du willst mich
für dich
Und du willst
mich ganz
Doch auf dem
Neveau’
Macht’s mir
keinen spaβ,
Du füllt mich
nicht aus,
Ich fühl mich zu
Haus
Nur zwischen den
Stühlen
Ich will doch nur
spielen
Ich tu doch
nichts
Daβ du wegen
mir
Irgendwen
verläβt,
|
Dalam sebagian lirik
ini saja terdapat dua preposisi yang diikuti Dativ, yaitu : zwischen dan
wegen.Selain yang terdapat pada bait
ini masih ada juga poreposisi lain yang terdapat pada lirik-lirik selanjutnya ,
yakni seperti kata von …, bi s, unter dan vor. Pengajar
dapat menjelaskan
mengenai preposisi-preposisi tersebut beserta keterangan lainya yang lebih
jelas misalkan preposisi wegen.Wegen menjadi Dativ apabila yang mengikutinya adalah person.
2. Liebt Sie Doch So Wie Ich (Christina
Stürmer)
Melalui lagu ini siswa dapat belajar ataupun mengulangi
pembelajaranya dalam menggunakan kalimat
perfekt, karena dalam lagu ini
terdapat beberapa kalimat yang merupakan kalimat perfekt, diantaranya lirik berikut ini :
Auf einmal war
sie da
Ganz ohne jede
Waenung
Und ama amfang
hab ich noch
Über sie gelacht
Habe nicht
kapiert
Was da mit uns
passiert
Erst eine nach zu
spat
Bin ich dann
aufgewacht,
|
Dari bait tersebut
pengajar dapat menjelaskan bagaimana pembentukan kalimat perfekt ,terutama untuk pembentukan kata kerja yang teratur dan
tidak teratur serta bagaimana dan kapan sebuah kata harus menggunakan sein dan
haben.Seperti kalimat “ Und am amfang hab
ich noch über sie
gelacht
“. Ini merupakan salah satu kalimat perfekt yang ada pada bait tersebut . Pada bait tersebut terdapat
kata gelacht yang berasal dari kata lachen.
Lachen
merupakan salah satu kata kerja teratur yang untuk pembentukan perfektnya
tinggal ditambah dengan -ge dan –t pada awal dan akhir
kata.Kata ini juga merupakan kata kerja yang menggunakan haben karena pada kata
kerja ini tidak terdapat pergerakan ataupun perubahan kedudukan.
C. Manfaat
yang peserta didik dapatkan setelah menyimak lagu dan lirik ,antara lain :
1.
Melatih kemampuan menyimak (hören),
2.
Menambah kosakata
baru,
3.
Melatih konsentrasi,
4.
Melatih pelafalan
(aussprache) yang benar,
5.
Dapat menghilangkan penat,dan
6.
Menambah koleksi lagu bahasa Jerman.
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Siswa lebih menyukai
metode pembelajaran yang berkaitan dengan kesenangan siswa yang pada umumnya
menyukai music. Lagu berbahasa Jerman dapat membantu siswa untuk belajar Bahasa
Jerman lebih baik dan menambah kosakata siswa dalam berbahasa Jerman. Dengan pendidikan musik, siswa memperoleh stimulasi yang
seimbang antara belahan otak kiri dan belahan otak kanan, artinya terdapat
keseimbangan antara aspek kognitif dan aspek emosi.
B.
Saran
1. Sebaiknya
tenaga pengajar lebih menyesuaikan media belajar dengan karakter siswa agar
tercapai proses belajar mengajar yang lebih efektif.
2. Sebaiknya
dilakukan penelitian lebih mendalam terhadap mkalah ini supaya tercapai data
yang lebih akurat.
Sumber : Aufgabe 1 Komputer
2 komentar:
belajar melalaui lagu memang lebih mudah untuk diingat
Posting Komentar